Perkuat Konektivitas dengan Membangun 300017 Titik Layanan Publik
Daftar isi:
Pembangunan infrastruktur digital di Indonesia semakin intensif dengan adanya upaya dari pemerintah untuk memperluas akses layanan publik. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah berhasil membangun 30.017 titik layanan publik di seluruh Nusantara, menyediakan kecepatan internet minimal 10 Mbps di berbagai lokasi seperti sekolah, puskesmas, dan fasilitas pemerintahan.
Proyek ini didukung oleh kehadiran SATRIA-1, sebuah satelit dengan kapasitas 150 Gbps yang diharapkan dapat menambah konektivitas di daerah-daerah yang terluar, terdepan, dan tertinggal. Dengan investasi mencapai Rp 6,42 triliun, proyek ini dirancang untuk memperkuat integrasi digital di seluruh Indonesia.
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Fadhilah Mathar, menyampaikan bahwa sebelum adanya SATRIA-1, BAKTI sering menghadapi kesulitan dalam membangun kapasitas bandwidth yang dibutuhkan untuk menjangkau daerah terpencil. Namun, berkat teknologi baru ini, kemampuan mereka untuk membangun layanan publik meningkat pesat.
Perkembangan Infrastruktur Digital dan Manfaatnya bagi Masyarakat
Dengan adanya SATRIA-1, kemampuan BAKTI untuk memperluas layanan publik meningkat dari 1.000-2.000 titik per tahun menjadi lebih dari 20.000 titik. Hal ini menunjukkan betapa signifikan dampak teknologi satelit terhadap akses layanan publik di Indonesia.
Fadhilah juga mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri bagi proyek ini. Meski begitu, konsistensi dalam pembangunan infrastruktur digital telah membuktikan pentingnya konektivitas dalam meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Di lokasi-lokasi yang sebelumnya sulit dijangkau, komunitas dapat merasakan manfaat langsung dari internet yang lebih cepat dan stabil. Hal ini mendorong partisipasi dalam berbagai kegiatan ekonomi dan pendidikan di kawasan-kawasan yang selama ini terasing.
Komitmen dalam Memperkuat Konektivitas Digital Nasional
Plt Direktur Utama PT PII, Andre Permana, menegaskan komitmen mereka untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui model Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sektor telekomunikasi dianggap sebagai salah satu area kunci dalam upaya ini, dengan total 55 penjaminan yang telah dikeluarkan.
Melalui dukungan dalam penjaminan proyek SATRIA-1, mereka berharap dapat menciptakan kepercayaan di pasar dan menggerakkan investasi lebih lanjut di sektor ini. Ini sangat penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Dari perspektif sosial, proyek ini memiliki potensi besar untuk mendorong pemerataan akses digital. Dengan hadirnya konektivitas yang lebih baik, masyarakat di berbagai pelosok akan semakin terintegrasi dalam ekosistem digital.
Pentingnya Kerjasama Antar Pemangku Kepentingan dalam Proyek Digital
Direktur Utama PT Satelit Nusantara Tiga (SNT), Heru Dwikartono, menyatakan Proyek Strategis Nasional (PSN) SATRIA-1 adalah komitmen untuk menghadirkan internet di seluruh pelosok Indonesia. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan adalah kunci untuk merealisasikan tujuan ini.
Kerja sama dengan instansi seperti PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia sangat vital dalam mendanai dan menjamin proyek ini. Hal ini memungkinkan pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan lokal sekaligus memenuhi standar nasional.
Kehadiran layanan internet yang lebih baik ini telah dirasakan oleh pelaku UMKM, sekolah-sekolah, dan instansi pemerintah. Hal ini memfasilitasi transformasi digital yang lebih cepat dan relevan di seluruh negeri.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







