Tiga Grup Besar Indonesia Menguasai Internet dari Ujung ke Ujung
Daftar isi:
Perubahan signifikan terjadi dalam dunia telekomunikasi Indonesia pada tahun 2025, yang mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan teknologi. Dengan penyederhanaan struktur industri telekomunikasi dari empat perusahaan menjadi tiga, dinamika pasar pun semakin menarik.
Telkomsel, Indosat, dan XLSMART kini menjadi pemain utama di sektor ini. XLSMART merupakan hasil merger antara XL Axiata dan Smartfren, yang mulai efektif pada 16 April 2025, menandai babak baru dalam industri telekomunikasi di Indonesia.
Sektor internet di Indonesia juga mengalami transformasi mendalam. Integrasi vertikal antara penyedia layanan menjadi lebih jelas, yang mencakup semua aspek, mulai dari data center hingga penyedia internet itu sendiri.
Dalam hal ini, gempuran dari ketiga raksasa bisnis, yaitu Telkom Group, Indosat, dan Sinar Mas yang dipimpin oleh Franky Wijaya, menjadi pusat perhatian. Masing-masing perusahaan berusaha menunjukkan daya saingnya di pasar dengan inovasi dan kolaborasi terbaik.
Pertarungan Kabel Fiber Optik di Indonesia Pada 2025
Dalam dunia telekomunikasi, kabel fiber optik terbukti menjadi komoditas berharga yang banyak ditekuni perusahaan. Telkom, sebagai salah satu pemain besar, baru saja meluncurkan bisnis infrastruktur baru bernama Infranexia.
Rencana ini termasuk pemisahan sebagian aset jalur fiber connectivity yang sebelumnya merupakan bagian dari Telkom. Aksi ini diambil sebagai langkah selanjutnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan sebelumnya.
Infranexia, setelah pemisahan, kini mengelola lebih dari 50% jaringan fiber Telkom. Ini mencakup akses segmen, agregasi, tulang punggung, dan dukungan infrastruktur lainnya dengan nilai transaksi yang mencapai Rp 35,8 triliun pada fase pertama.
Indosat juga tampil dengan pengumuman usaha patungan yang menarik bersama Arsari Group, berfokus pada penyediaan koneksi fiber optik. Valuasi FiberCo mencapai Rp 14,6 triliun, menunjukkan ambisi besar perusahaan di pasar ini.
Proyek ini bertujuan menjangkau lebih dari 86 ribu kilometer jaringan serat optik yang terintegrasi. Proyek tersebut tidak hanya mencakup backbone, tetapi juga kabel laut domestik dan akses infrastruktur untuk menara telekomunikasi serta kawasan bisnis.
Evolusi Penyedia Layanan Internet di Indonesia
Dalam lima tahun terakhir, sektor penyedia layanan internet di Indonesia mengalami banyak perubahan. Jumlah penyedia di pasar terus berkurang, kini hanya tersisa tiga perusahaan besar.
Telkomsel mempelopori konsolidasi dengan menyerap bisnis internet kabel Indihome yang merupakan bagian dari induknya, Telkom. Konsolidasi ini menyatukan semua bisnis konsumer Telkom dalam satu entitas yang lebih kuat.
Di sisi lain, Indosat Ooredoo muncul sebagai hasil penggabungan antara Indosat dan Tri Indonesia, menciptakan operator seluler kedua terbesar di Indonesia. Pendapatan tahunan perusahaan gabungan ini diperkirakan bisa mencapai US$3 miliar.
Saat ini, pemain yang tersisa di pasar adalah Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, dan Smartfren. Dua yang terakhir, Un sering oba berkolaborasi dan baru saja melakukan merger menjadi XLSMART, menunjukkan sinergi yang kuat di bidang telekomunikasi.
Di luar itu, MyRepublic yang juga merupakan penyedia internet kabel milik Grup Sinar Mas kini menguasai frekuensi 1,4 GHz, memperluas layanan mereka di luar Jawa dan Papua.
Fondasi Data Center dan Inovasi Teknologi
Sektor data center kini juga menjadi fokus utama dalam industri telekomunikasi. Telkom, melalui NeutraDC, sedang mengembangkan pusat data nasional di Batam yang strategis dan terintegrasi.
Proyek tersebut bukan hanya penting dari segi teknologi, tetapi juga memberikan daya saing yang kuat berkat lokasinya yang dekat dengan Singapura dan dukungan dari infrastruktur kabel laut yang ada. Target kapasitas total IT load untuk bangunan pertama mencapai 18 MW.
Indosat pun tidak ketinggalan dengan mengikutsertakan diri dalam sektor ini melalui kerjasama baru dengan BDx Data Centers dan PT Aplikanusa Lintasarta. Melalui usaha ini, Indosat memiliki 25% saham di BDx Indonesia.
Ini menunjukkan keseriusan Indosat dalam pengembangan pusat data di beberapa kota besar. Perusahaan ini berkomitmen untuk memperbesar kapasitas dan kualitas pusat data yang ada untuk mendukung kebutuhan pasar yang semakin berkembang.
Di sisi lain, Sinar Mas juga berinovasi melalui kerja sama internasional dengan Korea Investment Real Asset Management, meluncurkan pusat data baru yang siap AI, yang akan beroperasi pada semester kedua tahun 2026.
Tentu ini merupakan langkah untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi dalam menyediakan layanan bagi pelanggan. Dengan berbagai langkah ini, perusahaan telekomunikasi Indonesia berusaha untuk memperkokoh fondasi mereka di masa depan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now










