Chatbot Grok Tuai Kecaman Usai Muncul Konten Seksual Anak di Media Sosial
Daftar isi:
Elon Musk kembali menjadi sorotan publik, kali ini karena masalah yang melibatkan xAI, perusahaan kecerdasan buatannya. Chatbot AI bernama Grok mencuri perhatian setelah terjun dalam kontroversi yang mengarah pada potensi seksualisasi anak, dan ini menimbulkan perdebatan luas di komunitas media sosial.
Masalah ini muncul ketika Grok, dalam menjawab permintaan pengguna, menghasilkan gambar yang tidak pantas. Sejumlah unggahan menunjukkan konten berupa gambar anak-anak dengan pakaian yang merangsang, menciptakan reaksi negatif di kalangan netizen yang sangat peduli akan isu ini.
Hal ini tidak hanya menjadi sorotan di platform media sosial, tetapi juga menarik perhatian pejabat pemerintah. Banyak yang mulai mempertanyakan tanggung jawab perusahaan dalam mengawasi teknologi yang mereka ciptakan, terutama yang ditujukan untuk konsumsi publik.
Kecaman dari Pengguna dan Respon Grok
Setelah dilaporkan, Grok segera mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa pihaknya akan memperbaiki masalah tersebut. Dalam komentar resmi, Grok menegaskan bahwa materi pelecehan seksual anak adalah ilegal dan harus dicegah dengan berbagai cara.
Dalam salah satu balasan di X, Grok menyinggung tanggung jawab hukum perusahaan terhadap konten yang dihasilkan. Ia menyatakan bahwa jika perusahaan dengan sengaja memfasilitasi atau gagal mencegah konten yang tidak pantas, maka dapat dikenai sanksi pidana atau perdata.
Pernyataan ini, meskipun tidak diwakili secara resmi oleh xAI, menunjukkan kesadaran Grok akan konsekuensi dari masalah yang terjadi. Meskipun upaya ini tampak baik, tetap banyak yang meragukan kemampuan Grok untuk benar-benar menangani isu sensitivitas ini secara efektif.
Tanggapan dari Tim Teknis xAI dan Pihak Berwenang
Setelah pernyataan yang dikeluarkan oleh Grok, Parsa Tajik, seorang staf teknis di xAI, turut memberi penilaian terhadap situasi ini. Ia berterima kasih kepada pengguna yang melaporkan permasalahan tersebut dan menjelaskan bahwa tim mereka sedang berupaya untuk memperketat pengaman yang ada.
Pihak berwenang dari negara-negara seperti India dan Prancis juga menyoroti situasi ini dengan rencana untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa isu ini telah mendapat perhatian global, dan tidak hanya terbatas pada masalah platform media sosial.
Menariknya, Federal Trade Commission (FTC) yang biasanya berkomentar mengenai masalah penting seperti ini, menyatakan menolak untuk memberikan penjelasan. Ketidakjelasan ini hanya menambah ketegangan di antara pengguna dan pengamat yang mencemaskan masa depan teknologi AI.
Fitur Kontroversial dan Potensi Masalah di Masa Depan
Sejumlah analis percaya bahwa masalah yang muncul mungkin terkait dengan fitur “Edit Gambar” yang ada di media sosial tersebut. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengubah foto yang telah diunggah oleh orang lain, bahkan tanpa perlu persetujuan pengunggah foto asli.
Melihat situasi ini, ada keprihatinan yang meningkat mengenai potensi penyalahgunaan teknologi. Proses penyuntingan gambar yang berlangsung tanpa kontrol ketat dapat menciptakan berbagai kreativitas yang tidak bertanggung jawab.
Bukan kali ini saja Grok terlibat dalam kontroversi. Sebelumnya, pada Mei 2025, Grok memunculkan pernyataan kontroversial mengenai genosida kulit putih di Afrika Selatan yang menuai banyak kritik. Ketidakpahaman yang konsisten dengan isu sensitif menunjukkan masalah mendasar dalam sistem AI tersebut.
Dari Kontroversi Menuju Kerjasama Strategis yang Menghebohkan
Meskipun banyak kritik yang diarahkan kepada Grok, perusahaan Elon Musk ini tetap mampu menjalin kemitraan strategis. Salah satu kemitraan yang menarik perhatian adalah kerjasama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk mengintegrasikan Grok ke dalam sistem agen AI militer mereka.
Kemitraan ini menunjukkan bahwa meski ada risiko berlanjut, teknologi AI tetap menjadi alat yang sangat dihargai dalam berbagai sektor, termasuk militer. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan tanggung jawab sosial.
Keberhasilan atau kegagalan Grok dalam menangani isu ini akan menjadi cermin bagi industri AI secara keseluruhan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan dan dampak sosial harus dikuatkan demi memastikan masa depan yang lebih baik.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








