Bumi Mulai Ditinggal, Harga Booking Hotel di Bulan Capai Rp 16 Miliar
Daftar isi:
Ambisi manusia untuk mengeksplorasi antariksa semakin meningkat, dengan tujuan menjelajahi bulan dan bahkan Mars. Dalam usaha tersebut, muncul inovasi baru yang memungkinkan perjalanan ke luar angkasa menjadi lebih terjangkau dan menarik bagi masyarakat umum.
Perusahaan inovatif bernama GRU Space merencanakan pembangunan properti di bulan, termasuk hotel yang terinspirasi dari arsitektur ikonik. Rencana ini menawarkan kesempatan unik bagi orang-orang yang ingin merasakan pengalaman tinggal di luar angkasa, menjadikannya salah satu proyek ambisius di era antariksa modern.
Di tahun ini, GRU Space membuka kesempatan bagi individu untuk berinvestasi dengan deposit antara US$250.000 hingga US$1 juta. Para penyetor akan mendapatkan hak ikut serta dalam misi yang dijadwalkan mendarat di bulan dalam waktu enam tahun ke depan.
Untuk mewujudkan impian tersebut, pendiri GRU Space, Skyler Chan, berupaya keras untuk mengembangkan teknologi yang diperlukan. Chan, yang memiliki latar belakang pendidikan di teknik elektro dan ilmu komputer, sangat bersemangat untuk membawa masyarakat umum ke luar angkasa dan memberikan akses lebih luas ke lingkungan luar Bumi.
Misi dan Cita-Cita Berani dari GRU Space
Skyler Chan awalnya bercita-cita menjadi astronaut seperti banyak orang lainnya di masa kecilnya. Namun, seiring berjalannya waktu, cita-citanya bertransformasi menjadi ingin menciptakan peluang bagi orang lain untuk merasakan pengalaman luar angkasa.
“Saya menyadari bahwa kita hidup pada era di mana tinggal di luar planet menjadi mungkin,” ungkap Chan. Pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan Chan bahwa inovasi dan kemajuan teknologi akan membuat perjalanan ke luar angkasa lebih dapat diakses oleh semua orang.
Di sepanjang perjalanan akademisnya, Chan memiliki pengalaman berharga, seperti magang di perusahaan otomotif terkemuka. Di sana, ia terlibat dalam penulisan perangkat lunak yang berfungsi mendukung pengembangan kendaraan, selain juga membangun printer 3D yang diluncurkan ke luar angkasa.
Melalui pengalamannya, Chan menyadari bahwa meskipun banyak teknologi canggih diciptakan untuk menjelajahi bulan, sebagian besar didukung oleh dana pemerintah atau miliarder. Ini mendorongnya untuk mencari cara menciptakan pasar yang dapat menarik minat masyarakat luas, terutama di sektor pariwisata luar angkasa.
Strategi untuk Mewujudkan Pariwisata Luar Angkasa
Chan berpendapat bahwa untuk mendorong perkembangan industri luar angkasa, perlu ada pilar tambahan di luar pemerintah dan pendanaan swasta. Dengan membangun sektor pariwisata luar angkasa, pemasaran serta eksplorasi bulan bisa dilakukan secara komersial dan berkelanjutan.
“Dengan menciptakan hotel di bulan, kita bisa menunjukkan bahwa ada permintaan nyata untuk perjalanan ke luar angkasa,” ujar Chan. Ia percaya bahwa pembangunan hotel dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan infrastruktur lain yang mendukung kehidupan di luar angkasa, seperti jalan dan fasilitas lainnya.
GRU Space telah mendapatkan dukungan awal dari program inkubator yang membantu startup teknologi. Ini membuka pintu bagi Chan untuk mengembangkan ide-ide inovatif dan mencari lebih banyak mitra untuk mendukung proyek ambisiusnya.
Perusahaan berencana melakukan misi pertamanya pada tahun 2029, yang akan mengirimkan muatan ke bulan. Ini bertujuan untuk mendemonstrasikan kemampuan konstruksi yang fleksibel serta pemanfaatan material bulan untuk membangun struktur yang lebih permanen di lokasi tersebut.
Pengembangan Pertama Hotel di Bulan dan Kesempatannya
Rencana pembangunan hotel di bulan dijadwalkan akan diluncurkan pada tahun 2032 dengan kapasitas untuk empat tamu. Setelah hotel pertama ini berhasil, Chan berharap dapat membangun struktur lebih besar yang menggunakan material dari bulan untuk menciptakan akomodasi yang tahan lama dan nyaman.
Tanya jawab seputar alasan memilih pembangunan hotel di bulan pun mengemuka. Chan menjelaskan bahwa infrastruktur di luar angkasa harus ada sebagai destinasi permanen, bukan hanya sebagai moda transportasi semata.
“Harus ada tempat tinggal di luar angkasa, mirip dengan cara kita membangun rumah di Bumi,” katanya. Dengan pendekatan ini, Chan ingin mendorong orang untuk melihat luar angkasa bukan hanya sebagai sebuah destinasi wisata yang sementara, tetapi juga sebagai tempat tinggal yang layak huni.
Dengan visi dan misi yang brilian dari GRU Space, peluang kehidupan di luar angkasa semakin mungkin terjadi. Ini bukan hanya tentang menjelajah dan penemuan, tetapi juga tentang menyuguhkan pengalaman baru yang menarik bagi umat manusia.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








