Awas Hujan Ekstrem Melanda Wilayah RI, BMKG Sebut Penyebabnya
Daftar isi:
Jakarta menjadi saksi penting dalam laporan terbaru mengenai cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait hujan intensitas tinggi, yang diprediksi akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, khususnya pada periode 19 hingga 21 Januari 2026.
Dengan adanya laporan ini, masyarakat di NTT diminta untuk waspada menghadapi kemungkinan curah hujan yang mencapai 150 mm/hari. Beberapa wilayah seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Rote Ndao dinyatakan dalam status ‘Awas’ menghadapi potensi hujan sangat lebat dalam waktu dekat.
BMKG juga menyatakan bahwa fenomena cuaca ini berhubungan dengan terbentuknya Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di sekitar Laut Timor. Meskipun saat ini peluangnya untuk menjadi siklon tropis masih rendah, dampaknya terhadap kondisi cuaca di NTT sudah mulai terasa, terutama berupa hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.
Potensi Hujan Ekstrem di NTT dan Wilayah Sekitar
Dalam laporan terbaru, BMKG menekankan bahwa sejumlah wilayah di NTT berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sangat lebat. Pada tanggal 19 Januari, Kota Kupang dan sekitarnya dikategorikan ‘Awas’ dengan curah hujan yang cukup signifikan.
Pada 20 Januari, wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang terus berpotensi untuk mengalami hujan lebat. Peringatan ini relevan guna meminimalisasi dampak yang mungkin ditimbulkan akibat cuaca buruk tersebut.
Situasi dapat berlanjut hingga 21 Januari, di mana sejumlah daerah lain seperti Flores Timur, Lembata, Belu, dan Alor juga diprediksi terkena dampak. Dengan semakin dekatnya fenomena cuaca yang tidak dapat diprediksi, masyarakat diminta untuk tetap siaga.
Dampak Bibit Siklon Tropis 97S Terhadap Cuaca NTT
Terbentuknya Bibit Siklon Tropis 97S di Laut Timor menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan potensi hujan lebat di NTT. Walaupun masih dalam tahap awal, keberadaan siklon ini menyebabkan keadaan cuaca menjadi tidak stabil di sekitar wilayah tersebut.
Dampak bibit siklon ini tidak hanya terbatas pada hujan lebat, tetapi juga dapat menimbulkan angin kencang yang diperhatikan oleh BMKG. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan informasi cuaca dari sumber yang terpercaya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemungkinan terjadinya gelombang tinggi di sejumlah perairan, yang tentunya berisiko bagi nelayan lokal. Gelombang laut dapat mencapai tinggi 2,5 meter, yang dapat berdampak pada aktivitas perairan di kawasan tersebut.
Waspada Terhadap Curah Hujan Tinggi dan Angin Kencang
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk beberapa wilayah lain di Indonesia terkait hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Daerah-daerah seperti Sumsel, Bengkulu, dan Jatim juga dianjurkan untuk waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem ini.
Pengendara dan masyarakat umum di daerah yang terpengaruh disarankan untuk berhati-hati dalam beraktivitas di luar rumah. Curah hujan tinggi dapat menyebabkan genangan air dan potensi banjir yang tidak diinginkan.
Sementara itu, BMKG juga mencatat adanya potensi angin kencang di beberapa daerah seperti Banten dan Maluku. Masyarakat diminta untuk mengikuti perkembangan berita terkini mengenai cuaca dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Rangkuman Peringatan Dini dari BMKG di Wilayah Lain
Selain NTT, BMKG juga memberikan catatan mengenai potensi hujan lebat di berbagai kawasan lain di Indonesia. Dari tanggal 19 hingga 21 Januari, beberapa wilayah lain perlu memperhatikan peringatan ini.
Pada 19 Januari, daerah seperti Lampung, Banten, dan Jabodetabek mendapatkan status siaga. Penting untuk memahami bahwa kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah bagi masyarakat, terutama terkait transportasi dan aktivitas sehari-hari.
Begitu juga dengan pengumuman pada 20 dan 21 Januari, di mana BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa berlangsung secara mendadak. Setiap informasi yang diberikan harus direspons dengan serius.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








