China Akan Menjadi Penguasa Global
Daftar isi:
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya mengenai potensi China dalam dunia teknologi, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, China akan mencapai dominasi dalam komputasi AI yang bisa mengungguli negara-negara lain, sebuah gambaran yang tentunya menjadi perhatian serius bagi banyak pihak, termasuk pemerintah AS.
Musk menilai bahwa China memiliki keunggulan dalam hal kapasitas energi, yang akan mendukung pengembangan infrastruktur AI. Hal ini menunjukkan bahwa faktor energi bisa menjadi penggerak utama dalam perlombaan teknologi global yang semakin ketat ini.
Potensi Dominasi China dalam Kecerdasan Buatan dan Chip
Dalam sebuah podcast, Musk menjelaskan bahwa tren saat ini mengindikasikan bahwa China akan melampaui negara-negara lain dalam hal kemampuan komputasi AI. Ia menyatakan bahwa dalam waktu dekat, output listrik China dapat tiga kali lipat dibandingkan dengan AS.
Kemampuan ini memungkinkan China untuk membangun pusat data AI yang memerlukan pasokan energi yang besar. “Kapasitas listrik memang menjadi faktor pembatas utama untuk pengembangan sistem AI yang lebih kuat,” jelas Musk.
Dalam konteks persaingan global, Musk meramalkan bahwa langkah AS untuk membatasi akses China terhadap chip mutakhir akan menjadi semakin tidak efektif. Dengan sudah dibukanya akses kerja sama di beberapa jenis chip, tantangan bagi China dalam bidang ini nampaknya akan dapat teratasi.
Strategi China dalam Meningkatkan Kapasitas Energi
Keunggulan China dalam mengelola dan meningkatkan kapasitas energinya diperkirakan akan memberi mereka kelebihan dalam pembangunan infrastruktur AI. Terdapat kekhawatiran bahwa kekurangan energi bisa memperlambat perkembangan teknologi di AS, terutama dalam mendirikan pusat data yang efisien.
Goldman Sachs bahkan mencatat bahwa pada tahun 2030, China kemungkinan akan memiliki kapasitas daya cadangan yang melebihi kebutuhan global. Ini menjadi perhatian utama ketika banyak perusahaan berlomba-lomba untuk membangun pusat data yang membutuhkan daya besar.
Seiring berjalannya waktu, China terus memperkuat berbagai sektor dalam industri teknologi. Dalam pidatonya, Presiden Xi Jinping menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam menciptakan kemunduran dalam persaingan teknologi global.
Inovasi dan Permintaan Energi di Era Kecerdasan Buatan
Permintaan akan energi untuk AI semakin meningkat dan menjadi topik yang krusial. Laporan menunjukkan bahwa banyak perusahaan teknologi menghadapi tantangan serius dalam hal pasokan listrik saat berusaha mengembangkan sistem AI canggih.
Musk menegaskan bahwa perhatian utama saat ini bukan hanya chip atau algoritma, tetapi ketersediaan energi yang memadai. Permasalahan ini bisa menjadi penghalang besar dalam mencapai kemajuan yang diinginkan di sektor AI.
Banyak analis sepakat bahwa pasokan listrik yang dapat diandalkan akan menjadi faktor penentu dalam pencapaian teknologi AI, yang semakin berkaitan erat dengan kemajuan bisnis dan pengembangan produk baru.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







