Dipercaya Bekas Besi Pengikatnya, Apakah Buraq Seperti Kuda Putih Bersayap?
Daftar isi:
loading…
Tempat yang dipercaya sebagai lokasi Buraq diikat. FOTO/ X
Sebelum itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam lebih dulu melakukan perjalanan dari Kakbah di Masjidil Haram, Kota Makkah, menuju Masjid Al Aqsa di Palestina dengan menaiki Buraq. Perjalanan ini dianggap penuh makna dan memiliki simbolisme yang mendalam bagi umat Muslim.
Rasulullah dipercayai sempat mengingat Buraqnya terlebih dahulu di kawasan sekitar. Tempat ini kini dipercayai sebagai lokasi ikatan Buraq, yang menjadi bagian penting dari sejarah dan kepercayaan umat Islam.
Pilar di Masjidil Haram tempat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengikat Buraq hingga kini masih diabadikan. Pilar ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi jamaah haji maupun umrah yang ingin merasakan makna spiritual dari peristiwa tersebut.
“Untuk para jamaah haji dan umrah yang mau melihat secara langsung pilar yang mana dulu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengikat Buraq, itu ada di pinggir pintu umrah, umrah gate ya,” ujar YouTuber Alman Mulyana, dikutip dari channel-nya.
Dalam perjalanan spiritual yang amat penting ini, banyak sekali pelajaran yang bisa diambil oleh umat Islam. Peristiwa Isra Miraj bukan hanya tentang perjalanan fisik ke tempat yang jauh, tetapi juga pengajaran tentang pentingnya iman dan keyakinan. Umat Muslim diajak untuk merenungkan arti dari perjalanan tersebut dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.
Keberadaan Buraq sendiri menjadi simbol yang kaya makna dalam tradisi Islam. Buraq digambarkan sebagai makhluk yang sangat cepat dan memberikan kesan mistis, mengantarkan Rasulullah dalam perjalanan yang luar biasa itu. Simbolisme ini memperkuat keyakinan bahwa perjalanan spiritual seringkali melibatkan elemen-elemen luar biasa yang tak terduga.
Pentingnya Perjalanan Isra Miraj dalam Sejarah Islam
Isra Miraj memiliki tempat penting dalam sejarah dan kultur Islam yang kaya. Setiap tahun, kaum Muslim memperingati peristiwa ini dengan berbagai cara, mulai dari kajian hingga ceramah. Peringatan ini sering kali diisi dengan refleksi spiritual yang mendalam, menggali kembali makna perjalanan Rasulullah.
Cerita tentang Isra Miraj juga menjadi landasan bagi banyak hukum dan ajaran dalam Islam. Misalnya, perintah untuk melaksanakan shalat lima waktu datang langsung dari Allah SWT saat Rasulullah berada di Sidratul Muntaha. Hal ini menandakan bahwa perjalanan ini bukan sekadar simbolis, melainkan memiliki dimensi hukum yang penting.
Umat Islam sangat mengagungkan momen-momen ini dan seringkali mengajak generasi muda untuk lebih memahami dan menghayati peristiwa historis ini. Pendidikan tentang Isra Miraj penting agar generasi mendatang dapat meresapi dan melanjutkan warisan religius ini dengan lebih baik.
Simbolisme Buraq dalam Tradisi Islam
Buraq, sebagai makhluk yang mengantarkan Nabi dalam perjalanan yang tak tertandingi, dipenuhi dengan simbolisme. Dalam tradisi Islam, Buraq sering dilihat sebagai representasi dari kecepatan dan kekuatan. Makhluk ini memberikan gambaran bahwa perjalanan spiritual seringkali memerlukan langkah yang cepat dalam mencapai tujuan.
Lebih dari sekadar simbol, Buraq mewakili keikhlasan dan kesetiaan. Dalam perjalanan menuju Sidratul Muntaha, Buraq tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai teman setia Rasulullah. Ini mencerminkan pentingnya memiliki dukungan dalam perjalanan spiritual kita.
Tradisi mengenai Buraq memperkaya narasi spiritual dan devient bagi umat Islam dalam menekankan nilai-nilai seperti iman, keyakinan, serta pengharapan. Melalui kisah ini, umat Muslim diajak untuk merenung tentang perjalanan hidup masing-masing dan apa makna sejati dari iman yang mereka pegang.
Pengajaran Moral dari Peristiwa Isra Miraj
Isra Miraj membawa berbagai pengajaran yang relevan bagi umat Islam di berbagai zaman. Salah satu pelajaran utama adalah keyakinan pada kekuasaan Allah SWT, yang mampu melakukan hal-hal di luar nalar manusia. Ini mengajak umat untuk selalu percaya bahwa segala sesuatu mungkin terjadi jika Allah menghendakinya.
Sebagai tambahan, perjalanan ini mengajarkan pentingnya disiplin dan ketekunan dalam menjalankan ibadah. Shalat lima waktu yang diperintahkan dalam perjalanan ini menjadi pengingat bagi umat untuk menjadikan ibadah sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka.
Selain itu, Isra Miraj juga menegaskan arti persatuan dan kesatuan dalam umat Islam. Peristiwa ini terjadi dalam konteks bahwa umat Muslim, di mana pun mereka berada, memiliki tujuan yang sama dalam ibadah dan pengabdian kepada Allah. Dengan merenungi peristiwa ini, kita diajak untuk membangun solidaritas dalam praktik iman.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









