Harga Laptop Naik Drastis di RI 2026, Model Ini Paling Terkena Dampak
Daftar isi:
Ponsel dan laptop mengalami kenaikan harga pada awal tahun 2026. Hal ini diakibatkan oleh kelangkaan chip memori yang berpangaruh pada pasar elektronik global.
Pantauan di ITC Kuningan, Jakarta menunjukkan ketidakpastian harga. Beberapa model ponsel mengalami kenaikan, sementara model lainnya tetap stabil.
Kenaikan harga ponsel berlangsung bervariasi, mayoritas terjadi pada rentang harga Rp 1-2 juta.
Kenaikan Harga Ponsel di Pasar Indonesia pada Tahun 2026
Penjaga toko menjelaskan, mulai 10 Januari, beberapa ponsel mengalami kenaikan harga. Misalnya, Samsung A07 meningkat sekitar Rp 50-100 ribu, sementara Xiaomi 15 melonjak hingga Rp 500 ribu.
Model Vivo juga tak luput dari kenaikan, sebagaimana Vivo Y04S yang mengalami kenaikan Rp 150-200 ribu. Selain itu, Y21d mengalami kenaikan antara Rp 300-600 ribu, menyesuaikan dengan permintaan pasar.
Merespons tren ini, Realme dan Oppo juga mengalami peningkatan harga, dengan Realme di rentang Rp 100-300 ribu dan Oppo sekitar Rp 200 ribu. Kenaikan harga ini, meskipun signifikan, dinilai tidak memengaruhi penjualan secara drastis.
Dampak Kenaikan Harga Laptop Terhadap Konsumen
Tren kenaikan tidak hanya terbatas pada ponsel, namun juga melanda sektor laptop. Seorang penjual di toko menyebutkan, laptop Lenovo dengan spesifikasi DDR5 baru telah mengalami kenaikan harga sejak awal Januari.
Kisaran kenaikan untuk laptop ini berkisar antara Rp 1-2 juta, bahkan ada model high-end yang mencapai Rp 3-4 juta. Model anyar seperti Vivobook dan Zenbook juga mengalami lonjakan harga yang signifikan.
Pihak penjual menyatakan bahwa dampak dari kenaikan ini terasa, walaupun tidak sampai mengurangi penjualan 50%. Konsumen tetap dihadapkan pada pilihan sulit, terutama mereka yang memiliki bujet terbatas.
Penyebab Utama Kenaikan Harga di Sektor Elektronik
Vanessa Aurelia, seorang analis pasar dari IDC Indonesia, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini berkaitan erat dengan krisis chip global. Indonesia tidak lepas dari dampak tersebut, terutama pada segmen smartphone murah yang paling terpukul.
Di segmen ini, margin vendor cukup tipis, sehingga sulit untuk menyerap peningkatan biaya produksi. Penyesuaian harga mungkin akan terjadi pada segmen menengah dan atas, namun konsumen tetap membutuhkan anggaran lebih untuk produk yang diinginkan.
Vanessa memperkirakan bahwa kondisi ini akan mulai mereda pada semester kedua, meskipun harga tinggi akan tetap berlangsung hingga awal 2027. Konsumen harus bersiap dengan anggaran yang lebih untuk segala jenis perangkat.
Respons Vendor Terkait Kenaikan Harga pada Produk Mereka
Sejumlah vendor perangkat elektronik, termasuk vivo Indonesia, merespons situasi ini dengan penyesuaian harga. Mereka mengingatkan bahwa setiap keputusan didasarkan pada banyak pertimbangan termasuk biaya komponen yang meningkat.
Asus juga mengeluarkan pernyataan serupa, menyusul dinamika rantai pasok global. Mereka berusaha menjaga kualitas produk sambil memastikan pasokan tetap tersedia di pasar Indonesia.
Ini bukan sekadar strategi untuk menjaga harga, tetapi juga demi memenuhi permintaan pasar yang terus berubah. Penyesuaian harga akan dilakukan merata di semua kategori produk ASUS.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







