Harta Karun Baru Senilai Rp 216 Triliun Menjadi Sorotan Global
Daftar isi:
Kabel bawah laut telah menjadi tulang punggung komunikasi global selama ratusan tahun. Dengan meningkatnya kebutuhan akan konektivitas, investasi dalam infrastruktur kabel bawah laut diperkirakan akan mencapai angka yang mencengangkan, yaitu US$13 miliar (Rp 216 triliun) dalam beberapa tahun ke depan.
Sejak penerapan pertama kabel bawah laut untuk telegraf pada tahun 1850, evolusi teknologi ini sangat pesat. Kabel yang pertama kali dipasang melintasi Selat Inggris, menghubungkan Inggris dan Prancis, kini telah berkembang untuk menyokong berbagai bentuk komunikasi modern.
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan dalam bidang teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), telah mendorong minat besar terhadap kabel bawah laut. Raksasa teknologi semakin menyadari bahwa tanpa infrastruktur yang mendukung, kemampuan AI mereka akan terbatas pada kapasitas penyimpanan data yang mahal saja.
Perkembangan Investasi Kabel Bawah Laut dalam Decade Terakhir
Dalam dekade terakhir, investasi kabel bawah laut kian meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi digital. Data dari perusahaan penyedia data telekomunikasi menunjukkan bahwa dalam periode 2025 hingga 2027, investasi tersebut diperkirakan akan mencapai US$13 miliar, angka yang hampir dua kali lipat dibanding periode sebelumnya.
Keberadaan pemain-pemain besar di dunia teknologi seperti Meta, Google, dan Amazon telah berubah menjadi pendorong utama dalam industri ini. Mereka kini mencakup 50% dari keseluruhan pasar kabel bawah laut, menunjukkan betapa pentingnya konektivitas digital bagi mereka.
Kehadiran AI di tengah dunia teknologi juga menjadi salah satu faktor pendorong. Tanpa adanya jaringan kabel bawah laut yang kuat, pusat data dan kemampuan komputasi tidak bisa dioptimalkan secara maksimal.
Proyek-Proyek Kabel Bawah Laut Terbesar di Dunia
Pada tahun 2023, Meta mengumumkan proyek ambisius bernama Watermorth yang akan terhubung sepanjang 50 ribu km. Proyek ini menjanjikan konektivitas luar biasa yang akan menjangkau seluruh lima benua dunia.
Tak kalah menarik, Amazon juga meluncurkan proyek Fastnet, yang akan menghubungkan pantai timur Maryland ke Irlandia. Dengan kapasitas lebih dari 320 terabit per detik, proyek ini mampu menangani streaming lebih dari 12,5 juta film HD secara bersamaan.
Google, sebagai salah satu pemain utama, telah menanamkan investasi dalam lebih dari 30 kabel bawah laut, termasuk kabel Sol. Kabel ini akan menghubungkan area Strategic di AS, Bermuda, Azores, dan Spanyol, memperkuat jaringan komunikasi global mereka.
Pengaruh Terhadap Ekonomi dan Konektivitas Global
Investasi dalam kabel bawah laut tidak hanya bermanfaat untuk perusahaan teknologi tetapi juga berdampak pada ekonomi global secara keseluruhan. Dengan konektivitas yang lebih baik, aktivitas perdagangan, investasi, dan layanan digital akan meningkat secara signifikan.
Dampak positif ini akan dirasakan terutama di negara-negara berkembang yang akan mendapatkan akses lebih baik kepada layanan teknologi. Hal ini berpotensi meningkatkan investasi asing dan mempercepat globalisasi yang semakin maju.
Ketika infrastruktur ini terus berkembang, masa depan komunikasi dan konektivitas seolah tak terbatas. Kemandekan dalam kemampuan jaringan saat ini akan segera teratasi dengan adanya rencana-rencana besar yang sudah ada di depan mata.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







