Hewan Menderita seperti Manusia karena Degradasi Lingkungan
Daftar isi:
loading…
Spesies Primata. FOTO/ IFL Science
Dalam beberapa tahun terakhir, kita semakin menyaksikan pergeseran signifikan dalam kesehatan hewan di seluruh dunia. Penyakit kronis yang sebelumnya hanya dianggap masalah kesehatan manusia kini mulai muncul pada berbagai spesies hewan, termasuk hewan peliharaan dan ternak.
Studi terbaru menunjukkan bahwa perubahan lingkungan memiliki dampak besar atas kesehatan hewan. Dengan semakin banyaknya laporan tentang penyakit yang berhubungan dengan stres lingkungan, kini ada kebutuhan mendesak untuk memahami lebih jelas situasi ini.
Terutama, hewan peliharaan dan ternak berada dalam situasi yang sangat rentan terhadap kondisi kesehatan lingkungan. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pemahaman tentang bagaimana faktor-faktor eksternal memengaruhi kesehatan hewan.
Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Kesehatan Hewan Secara Signifikan
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Risk Analysis oleh tim peneliti dari Universitas Pertanian Athena membuka wawasan baru tentang dampak perubahan lingkungan terhadap hewan. Penelitian ini membahas kerangka kerja berbasis bukti yang dapat digunakan untuk pemantauan penyakit tidak menular pada hewan.
Model ini membantu mendeteksi penyakit secara dini dan memberikan panduan kepada otoritas kesehatan. Peningkatan insiden penyakit kronis yang terjadi baik pada manusia maupun hewan menunjukkan adanya hubungan yang erat antara keduanya.
Predisposisi genetik memang memainkan peran, terutama pada hewan hasil pembiakan selektif seperti anjing dan kucing. Namun, stresor lingkungan seperti polusi, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi pada peningkatan penyakit.
Pola Penyakit yang Muncul Akibat Stres Lingkungan
Dengan semakin tingginya angka obesitas pada hewan peliharaan, faktor lingkungan menjadi semakin jelas. Survei menunjukkan bahwa lebih dari setengah populasi kucing dan anjing peliharaan mengalami kelebihan berat badan.
Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan penyakit kronis, seperti diabetes, yang khususnya terlihat pada kucing dewasa. Dalam kasus ternak, sekitar 20 persen babi dalam sistem pertanian intensif mengalami osteoartritis.
Ketidakstabilan diet dan kurangnya olahraga menjadi salah satu penyebab utama peningkatan kondisi kesehatan yang buruk ini. Ini adalah tantangan yang harus diatasi oleh pemilik hewan dan peternak di seluruh dunia.
Strategi untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Hewan Terkait Lingkungan
Dalam menghadapi masalah kesehatan hewan yang semakin kompleks, dibutuhkan pendekatan yang sistematis. Langkah pertama adalah meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya diet seimbang dan aktivitas fisik yang cukup untuk hewan peliharaan.
Pemilik hewan peliharaan disarankan untuk memberikan makanan dengan kandungan nutrisi tepat dan mendorong aktivitas agar hewan tetap aktif. Selain itu, pemantauan kesehatan hewan secara berkala juga sangat penting untuk deteksi dini.
Pendidikan kepada peternak mengenai praktik peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan juga sangat diperlukan. Implementasi strategi yang berfokus pada kesehatan hewan dan lingkungan dapat meningkatkan kesejahteraan hewan secara keseluruhan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







