Keluarga Tak Penuhi Wasiat Pemakaman Epy Kusnandar di Garut, Berikut Alasannya
Daftar isi:
loading…
Kepergian Epy Kusnandar meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan kerabatnya. Perasaan kehilangan ini terasa lebih berat ketika mengingat wasiatnya yang ingin dimakamkan di Garut, Jawa Barat, yang tidak dipenuhi oleh keluarganya.
Keluarga Epy memilih untuk memakamkan sang aktris di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, yang menurut mereka lebih mudah diakses untuk berziarah. Keputusan ini tentunya menuai berbagai tanggapan, mengingat ada harapan dari Epy untuk bisa beristirahat di tempat yang ia inginkan.
Quentin Stanislavski Kusnandar, anak dari Epy, menyampaikan bahwa wasiat sang ayah memang pernah diutarakan saat ia masih dalam keadaan sehat. Keputusan untuk tidak memenuhi permintaan tersebut diambil setelah mempertimbangkan beberapa faktor terkait aksesibilitas.
Pentingnya Memenuhi Wasiat dan Tradisi Keluarga
Mewakili suara keluarganya, Quentin menjelaskan alasan di balik pemakaman yang agak berbeda dari harapan Epy. Dengan lokasi pemakaman di Jakarta, keluarganya merasa bahwa mereka akan lebih mudah untuk melakukan ziarah dan berkumpul bersama.
“Kami merasa lebih praktis untuk berkunjung, karena jarak dari sini lebih dekat,” ujar Quentin. Pilihan ini seolah mencerminkan dinamika antara tradisi dan kebutuhan praktis dalam keluarga Epy.
Pemakaman di Garut mungkin dianggap berakar dalam tradisi, tetapi akses yang sulit menjadi pertimbangan utama. Dengan kontak keluarga dan kerabat yang tersebar di Jakarta, keputusan ini dinilai lebih realistis.
Pesan Terakhir Epy dan Makna di Balik Keinginannya
Pernyataan Epy mengenai keinginannya untuk dimakamkan di Garut mencerminkan rasa cinta dan keterikatan terhadap tanah kelahirannya. Mungkin ada makna lebih dalam yang ingin disampaikan Epy dengan permintaan tersebut, simbol keterhubungan dengan akar budaya dan keluarga.
Keinginan untuk kembali ke tempat asalnya bisa jadi merupakan panggilan batin yang tidak semata-mata bersifat fisik. Hal ini menciptakan rasa identitas yang kuat, bahkan setelah kepergian.
Namun, dalam konteks keluarga modern, sering kali keputusan harus mempertimbangkan kenyamanan dan aksesibilitas. Kebijakan ini bukanlah hal yang salah, tetapi lebih kepada penyesuaian dengan keadaan saat ini.
Refleksi Tentang Kehilangan dan Proses Berduka
Kehilangan sosok seperti Epy Kusnandar mengingatkan kita semua akan pentingnya menikmati setiap momen dengan orang-orang terkasih. Proses berduka menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup dan sering kali memunculkan perasaan campur aduk.
Bagaimana cara kita menghormati keinginan terakhir seseorang sering kali menjadi dilema. Dalam kasus Epy, memilih pemakaman di Jakarta bisa dilihat sebagai keputusan yang penuh cinta dari keluarganya.
Keputusan tersebut mencerminkan usaha keluarganya untuk menjaga hubungan dan kedekatan, meskipun tidak sesuai dengan harapan Epy. Dalam konteks ini, mereka tetap ingin menghormati memori dan warisan almarhum.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







