Ledakan AI Dorong Harga Memori RAM Global Naik Hingga 55 Persen
Daftar isi:
Kebutuhan industri kecerdasan buatan semakin tinggi, sehingga mempengaruhi pasar memori global. Pada tahun 2026, kelangkaan pasokan memori, khususnya RAM dengan bandwidth tinggi (HBM), diperkirakan akan menjadi isu utama bagi produsen chip seperti Nvidia dan AMD.
Lonjakan permintaan ini tidak hanya mengubah strategi bisnis, tetapi juga memperngaruhi harga di pasaran. Dengan Micron, SK Hynix, dan Samsung sebagai penguasa pasar, mereka menjadi pihak yang diuntungkan dari situasi ini.
Sumit Sadana, kepala bisnis Micron, menyatakan bahwa permintaan memori telah meningkat secara signifikan lebih dari kemampuan mereka untuk memproduksi. Hal ini menunjukkan bahwa krisis pasokan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mungkin akan berlanjut di masa depan.
Memahami Peran HBM dalam Chip AI dan Lonjakan Permintaan
HBM adalah komponen penting yang mendukung kinerja unit pemrosesan grafis (GPU) pada perangkat yang menggunakan kecerdasan buatan. Permintaan yang meningkat terutama berasal dari produsen chip yang mengintegrasikan HBM ke dalam perangkat mereka untuk meningkatkan kemampuan komputasi.
Pada pameran dagang CES, Micron menekankan bahwa mereka memasok memori kepada beberapa raksasa teknologi. Ini menunjukkan seberapa kuat hubungan antara produsen chip dan pemasok memori dalam menghadapi perubahan pasar yang cepat.
GPU yang dirilis oleh Nvidia juga menjadi contoh nyata dari kebutuhan baru ini. Dengan memori HBM4 yang mencapai 288 gigabyte per chip, kebutuhan akan memori berkualitas tinggi menjadi semakin kritis.
Bagaimana Proses Produksi HBM Berbeda dari Memori Konvensional
Proses produksi HBM terbilang lebih rumit dibandingkan memori konvensional. Untuk setiap bit HBM yang dibuat, mereka harus mengorbankan tiga bit memori biasa, menunjukkan betapa kompleksnya proses ini.
Micron menumpuk hingga 16 lapisan memori pada setiap chip HBM, menjadikannya berbentuk kubus. Ini memungkinkan penyaluran bandwidth tinggi yang diperlukan oleh chip AI.
Namun, dengan penyaluran yang lebih tinggi ini, tentunya ada konsekuensi bagi pasokan memori untuk sektor lain, seperti perangkat mobile dan laptop. Sisa memori untuk pasar non-HBM menjadi semakin terbatas karena rasio produksi yang tidak seimbang.
Dampak Lonjakan Permintaan terhadap Harga dan Pasokan
Tidak bisa dipungkiri bahwa harga memori melonjak tajam sebagai dampak dari lonjakan permintaan. Penelitian dari TrendForce menunjukkan bahwa harga rata-rata DRAM global bisa naik antara 50% hingga 55% pada kuartal ini, yang merupakan kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Analis pasar mengkhawatirkan dampak dari kenaikan harga ini terhadap konsumen akhir, terutama pengguna perangkat gaming. Banyak gamer mungkin tidak siap menghadapi lonjakan harga konsol dan kartu grafis akibat kekurangan pasokan memori.
Nvidia juga menyadari dampak ini. CEO Nvidia, Jensen Huang, mengakui bahwa perusahaan harus berinvestasi lebih dalam untuk memproduksi lebih banyak memori agar bisa memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meluas.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







