MacBook Murah 12,9 Inci dengan Chip A18 Pro Seperti iPhone 16 Pro
Daftar isi:
Perkembangan teknologi membawa berbagai manfaat, tetapi juga membawa risiko yang signifikan. Keberadaan malware yang menyasar perangkat Mac menjadi salah satu tantangan terbaru yang harus dihadapi pengguna.
Belakangan ini, para peretas memanfaatkan strategi inovatif untuk menembus sistem keamanan Apple. Mereka tidak hanya mengandalkan teknik lama, tetapi menciptakan metode baru yang lebih canggih.
Salah satu trik yang mereka gunakan adalah dengan mengelabui sistem peninjauan otomatis Apple. Mereka mengajukan aplikasi dengan versi “bersih” yang tampak aman dan tidak mengandung aktivitas berbahaya.
Penggunaan Teknik Canggih oleh Peretas untuk Menyebar Malware
Aplikasi yang diajukan ditulis menggunakan bahasa pemrograman Swift, yang umum digunakan di platform Mac. Dengan cara ini, aplikasi terlihat sangat aman bagi pengguna dan sistem peninjauan Apple.
Setelah aplikasi terpasang pada perangkat, ia akan menunggu momen yang tepat untuk mengunduh malware dari server jarak jauh. Strategi ini membuat ancaman sulit terdeteksi pada tahap awal.
Penyimpanan kode berbahaya di cloud menjadi metode yang semakin umum, yang mempersulit sistem pemindaian Apple untuk menemukan malware tersebut. Hal ini menunjukkan bagaimana inovasi dalam pengembangan perangkat lunak juga sering diimbangi dengan inovasi dalam strategi serangan.
Inovasi dalam Pendekatan Malware yang Mengancam Pengguna
Ancaman baru ini merupakan evolusi dari MacSync Stealer yang sebelumnya muncul. Di versi sebelumnya, malware ini berusaha menipu pengguna dengan meminta mereka menjalankan beberapa perintah rumit di komputer mereka.
Namun, pada versi yang lebih baru, metode penyebarannya jauh lebih halus. Malware kini disimpan dalam penginstal yang menyerupai aplikasi pesan yang populer, sehingga lebih mudah menipu pengguna.
Ketika aplikasi dibuka, kode jahat akan langsung aktif di latar belakang tanpa sepengetahuan pengguna. Selain itu, pelaku tetap menyertakan file “umpan” seperti dokumen PDF kosong untuk memberi kesan bahwa ukuran aplikasi tersebut normal.
Strategi Malware untuk Menghindari Deteksi oleh Sistem Keamanan
Pembuat malware mengadopsi serangkaian teknik untuk menyamarkan aktivitas mereka. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan mengaktifkan program tersebut hanya ketika perangkat terhubung ke internet.
Di samping itu, mereka juga mengatur jeda waktu untuk menjalankan kode, sehingga tidak berjalan terlalu sering. Upaya ini dirancang untuk menjaga kinerja komputer agar tetap optimal tanpa menimbulkan kecurigaan pengguna.
Meskipun beberapa sistem keamanan gagal mendeteksi ancaman ini, perusahaan keamanan, Jamf, berhasil mengidentifikasi malware tersebut. Temuan itu kemudian disampaikan kepada Apple, yang segera mengambil langkah dengan mencabut sertifikat terkait.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







