Misteri Satu Abad Jalur Ular Raksasa di Pegunungan Terungkap
Daftar isi:
Dua puluh tahun lalu, tak banyak yang bisa dibayangkan tentang apa yang terjadi di Lembah Pisco, Peru. Namun, kini kita mulai menemukan jawaban dari salah satu misteri terbesar dalam arkeologi kawasan tersebut, yaitu serangkaian 5.200 lubang yang membentang hampir 1,5 kilometer, yang dikenal sebagai Monte Sierpe.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa formasi ini mungkin merupakan pasar besar pada era pra-Inca, menyimpan berbagai komoditas penting bagi masyarakat kuno saat itu. Dengan penelitian mendalam, para arkeolog mulai merangkai kisah di balik keberadaan lubang-lubang ini.
Tak lama setelah penemuan ini, perhatian mulai tertuju pada struktur aneh yang telah berusia ribuan tahun ini. Masyarakat dan ilmuwan di seluruh dunia bertanya-tanya mengapa masyarakat kuno menorehkan lebih dari 5.000 lubang di kaki bukit Peru selatan.
Dr. Jacob Bongers, arkeolog digital dari University of Sydney, memimpin studi ini dan mengemukakan bahwa ada kemungkinan besar situs tersebut berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi kuno. Data baru yang ditemukan memberikan bukti penting mengenai fungsi awal dari Monte Sierpe.
Pemahaman Baru Melalui Teknologi Modern
Monte Sierpe pertama kali menarik perhatian publik pada tahun 1933 ketika National Geographic menerbitkan foto udara formasi ini. Sejak saat itu, beragam teori mulai muncul mengenai tujuan keberadaan lubang-lubang tersebut, mulai dari tempat penyimpanan hingga dugaan terkait keberadaan makhluk luar angkasa.
Dengan kemajuan teknologi, khususnya penggunaan drone, para peneliti dapat menangkap gambar yang lebih jelas dan memahami struktur ini secara mendalam. Foto udara menunjukkan bahwa 5.200 lubang tidak tersusun secara acak, tetapi memiliki pola tersendiri.
Setiap lubang berdiameter antara 1 hingga 2 meter dengan kedalaman 0,5 hingga 1 meter. Peneliti menemukan pola yang konsisten dalam sekitar 60 segmen, yang mencakup barisan 12 jalur dengan jumlah lubang yang bergantian antara tujuh dan delapan.
Pola dan Fungsi Lubang-Lubang di Monte Sierpe
Lebih dalam lagi, analisis mikro botani menemukan keberadaan serbuk sari jagung dan tanaman liar seperti alang-alang dan willow yang biasa digunakan untuk membuat keranjang. Hal ini mengisyaratkan bahwa lubang-lubang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan.
Menurut Bongers, material-material tersebut mungkin ditempatkan dalam keranjang dan disimpan di dalam lubang-lubang itu. Meskipun ada kemungkinan bahwa bangunan berdiri di atas atau dekat lokasi itu, para peneliti belum menemukan jejak arsitektur yang tersisa.
Peneliti meyakini bahwa wilayah ini digunakan oleh masyarakat Kerajaan Chincha atau peradaban pra-Inca untuk kegiatan barter, menjadikan Monte Sierpe sebagai pusat perdagangan yang vital. Mereka mungkin menukarkan komoditas seperti jagung, kapas, koka, dan cabai di sini.
Resonansi Temuan Dalam Dunia Arkeologi
Bongers menegaskan bahwa terdapat sejumlah lubang yang dipenuhi dengan jagung, sementara lubang lain kemungkinan berisi kapas atau koka. Ini memberikan gambaran lebih jelas tentang aktivitas ekonomi yang berlangsung di tempat tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya Monte Sierpe dalam konteks sejarah perdagangan kuno di wilayah tersebut.
Sejumlah ahli luar yang tidak terlibat dalam studi ini turut mengapresiasi temuan tersebut. Dr. Dennis Ogburn dari University of North Carolina menyatakan, “Monte Sierpe adalah misteri besar dalam arkeologi Andes.” Ia sangat antusias dengan cara penelitian ini memberikan arah yang lebih jelas mengenai fungsi awal site ini.
Dengan kemajuan penelitian ini, teka-teki yang mengelilingi “jalur ular” raksasa di Peru kian mendekati jawaban. Bukannya berfungsi sebagai fasilitas ritual atau pertahanan, terbukti bahwa Monte Sierpe adalah pusat perdagangan yang menghubungkan pesisir dengan dataran tinggi ratusan tahun sebelum kedatangan bangsa Inca.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







