Pemicu Kebakaran di Kemayoran, Ketahui Jenis-jenis Baterai Drone
Daftar isi:
Kebakaran besar yang terjadi di Kemayoran, Jakarta Pusat, menambah daftar korban jiwa yang tragis. Insiden tersebut diduga disebabkan oleh ledakan baterai drone yang terjadi saat proses penyewaan pesawat tanpa awak tersebut.
Hingga kini, jumlah korban tewas yang berhasil dievakuasi sudah mencapai 22 orang. Kejadian ini menyulut rasa cemas di kalangan pengguna dan penyewa drone di seluruh Indonesia.
Dalam situasi seperti ini, penting untuk memahami berbagai jenis baterai yang digunakan dalam drone, karena faktor inilah yang dapat mempengaruhi keselamatan pengguna. Terutama dalam konteks penggunaan baterai secara terus menerus, pemahaman mengenai karakteristik masing-masing jenis baterai menjadi sangat krusial.
Jenis baterai yang umum digunakan dalam drone adalah baterai Nikel Kadmium (NiCad), Litium Polimer (LiPo), dan Litium-ion (Li-ion). Masing-masing baterai ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan oleh pengguna.
Pentingnya Memahami Jenis Baterai untuk Keselamatan Penggunaan Drone
Baterai Nikel Kadmium (Ni-Cd) sering digunakan dalam model drone yang lebih tua. Meskipun namanya tidak sering terdengar saat ini, pengetahuan tentang keberadaan baterai ini tetap relevan.
Keunggulan dari baterai Ni-Cd adalah kemampuannya untuk menyimpan energi dalam jumlah besar meski ukurannya kecil. Namun, baterai ini juga memiliki kelemahan yakni cenderung mengalami penurunan kapasitas akibat efek memori.
Selain itu, ada pula tantangan lingkungan yang dihadapi terkait pembuangan baterai Ni-Cd, yang menjadi pertimbangan penting bagi pengguna. Oleh karena itu, pengguna sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan baterai ini.
Kelebihan dan Kekurangan Baterai Litium-ion dalam Drone
Baterai Litium-ion (Li-ion) menawarkan solusi modern yang lebih ramah lingkungan. Ukuran baterai ini lebih kecil dan ringan dibandingkan dengan Ni-Cd, membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk banyak drone masa kini.
Salah satu keunggulan utama dari baterai Li-ion adalah kemampuannya untuk tidak mengalami efek memori seperti yang dialami baterai Ni-Cd. Hal ini memungkinkan baterai Li-ion untuk memiliki daya tahan yang lebih baik dalam jangka panjang.
Namun, meskipun baterai jenis ini lebih efisien, pengguna tetap harus berhati-hati, terutama terkait dengan risiko kebakaran yang dapat terjadi jika baterai tidak dirawat dengan baik.
Baterai Litium Polimer dan Karakteristik Khususnya
Baterai Litium Polimer (LiPo) biasanya dikenal karena fleksibilitas dan ringannya. Terbuat dari elektrolit polimer, baterai ini memiliki bentuk yang lebih dapat disesuaikan, sehingga sering digunakan dalam desain drone yang lebih canggih.
Salah satu kelebihan dari baterai LiPo adalah kemampuannya untuk memberikan daya secara cepat, yang sangat penting bagi drone yang membutuhkan performa tinggi. Namun, pengguna harus selalu memperhatikan batasan pengisian dan pemakaian untuk menghindari kebakaran.
Selain itu, meskipun baterai ini memiliki performa yang mengesankan, masalah pembuangan juga menjadi isu yang perlu ditangani dengan serius demi menjaga kelestarian lingkungan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






