Perang Amerika-China Segera Terjadi, Respon Pemerintah Trump Muncul
Daftar isi:
Pemerintahan Amerika Serikat kini tengah menghadapi tantangan besar seiring meningkatnya ketegangan dengan China. Sektor keamanan siber menjadi fokus utama, terutama dalam rangka memperkuat pertahanan nasional jika potensi konflik terjadi dalam waktu dekat.
Dalam perkembangan terbaru, Badan Keamanan Siber dan Keamanan Infrastruktur (CISA) telah merumuskan rencana strategis untuk meningkatkan kapasitas dan sumber daya manusia. Rencana ini tergolong mendesak, mengingat prediksi bahwa ketegangan antara kedua negara bisa memuncak pada 2027 mendatang.
Menghadapi masalah ketidakcukupan tenaga kerja yang mencapai 40%, CISA berkomitmen untuk mempercepat proses perekrutan. Menurut Pelaksana Tugas Direktur CISA, Madhu Gottumukkala, organisasi ini berada dalam kondisi kritis, sehingga perlu tindakan segera dan tepat.
Peningkatan Kapasitas melalui Perekrutan Massal di CISA
Demi mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor keamanan siber, CISA berencana merekrut tenaga baru secara masif mulai tahun 2026. Langkah ini diambil setelah periode pemangkasan tenaga kerja yang signifikan selama pemerintahan sebelumnya.
Perekrutan ini tidak hanya akan fokus pada tenaga berpengalaman, tetapi juga profesional junior dengan keahlian teknis. Rencana tersebut bertujuan untuk mengatasi gap kompetensi yang ada dan memastikan bahwa organisasi ini dapat beroperasi secara efektif dalam menghadapi ancaman siber.
Untuk mendukung upaya perekrutan, CISA akan memanfaatkan sistem Cyber Talent Management yang dimiliki oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri. Dengan pendekatan ini, lembaga berharap dapat menawarkan standar gaji yang kompetitif sebagai daya tarik bagi calon pegawai.
Fleksibilitas Kerja dan Kerja Sama Akademis
Salah satu inisiatif menarik dari CISA adalah pembukaan fleksibilitas kerja, terutama bagi pegawai yang terlibat dalam tugas-tugas krusial. Ini bertujuan untuk mempertahankan talenta terbaik dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih dinamis.
Selain itu, lembaga ini juga berencana untuk memperluas kerja sama dengan institusi pendidikan. Dengan demikian, mereka dapat mencetak generasi baru pakar keamanan siber yang siap menghadapi tantangan mendatang.
Program magang besar-besaran juga akan diadakan untuk menarik mahasiswa berpotensi. Hal ini tidak hanya menyediakan pengalaman praktis, tetapi juga dapat menjadi jalur karier bagi individu yang ingin berkontribusi di bidang keamanan siber.
Menanggapi Ancaman dari China dengan Strategi yang Tepat
Ketegangan antara Amerika Serikat dan China menuntut tindakan cepat dan efektif dalam meningkatkan pertahanan siber. CISA berkomitmen untuk memperkuat kemitraan strategis baik dalam negeri maupun internasional untuk mengantisipasi serangan yang dapat mengganggu infrastruktur penting.
Adanya ancaman dari China yang kerap menargetkan infrastruktur vital AS menjadi salah satu alasan mengapa langkah-langkah ini dianggap krusial. Dengan memahami dinamika ini, CISA berharap dapat membangun pertahanan yang lebih kokoh.
Dalam memo yang dibagikan kepada publik, Gottumukkala menegaskan pentingnya merekrut profesional berkualitas tinggi. Hal ini sangat penting jika melihat sejarah pemangkasan tenaga kerja yang telah menghambat kemampuan CISA dalam menjalankan misinya.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







