PUBG Sudah Diblokir di Negara Ini Menurut Pernyataan Prabowo
Daftar isi:
Pemerintah Indonesia saat ini tengah mempertimbangkan langkah-langkah untuk membatasi akses terhadap game online bersenjata, termasuk game populer seperti PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Hal ini dipicu oleh insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, yang menimbulkan keprihatinan mengenai dampak permainan tersebut terhadap masyarakat.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya mencari solusi untuk mengatasi pengaruh negatif permainan ini. Pengaruh yang dimaksud termasuk potensi dampak psikologis bagi pemain serta implikasi terhadap kesehatan mental generasi muda.
Dalam pembicaraan tersebut, Prasetyo juga menyampaikan bahwa masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan terkait kebijakan ini. Pembatasan akses ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak dan remaja dalam bersosialisasi dan berinteraksi di dunia maya.
Pertimbangan Internasional Terhadap Pembatasan Game Online
Berbagai negara di dunia telah mengambil langkah serupa dengan Indonesia dalam membatasi atau melarang akses terhadap game-game tertentu. Misalnya, India menerapkan larangan akses terhadap PUBG Mobile pada tahun 2020, dengan alasan melindungi kedaulatan dan integritas negara.
Larangan tersebut juga disebut-sebut sebagai upaya untuk menjaga kondisi mental anak-anak dan remaja. Negara tersebut khawatir bahwa permainan ini membawa dampak adiktif dan negatif bagi kehidupan social masyarakat.
China juga melakukan larangan terhadap game PUBG. Setelah adanya kritik mengenai banyaknya adegan kekerasan dalam permainan, Tencent sebagai pengembang game tersebut akhirnya menciptakan versi baru dengan modifikasi untuk menyesuaikan dengan regulasi di negara tersebut.
Dampak Psikologis dan Kesehatan Anak Dalam Era Digital
Penelitian menunjukkan bahwa bermain game online dapat memberikan dampak psikologis yang signifikan. Beberapa ahli berpendapat bahwa adiksi terhadap game dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi. Oleh karena itu, pembatasan semacam ini dipandang perlu untuk melindungi generasi muda.
Pakar kesehatan mental mendalami hubungan antara game online dengan perilaku agresif. Game yang mengandung unsur kekerasan berpotensi membentuk pola pikir dan perilaku anak-anak. Sehingga, regulasi yang ketat diharapkan dapat menurunkan risiko dampak buruk jangka panjang.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, orang tua juga diimbau untuk lebih aktif memantau aktivitas bermain game anak-anak mereka. Edukasi mengenai konten yang baik dan buruk dalam game sangat diperlukan untuk menciptakan generasi yang lebih sehat secara psikologis.
Pola Regulasi Game Online di Berbagai Negara
Hampir setiap negara memiliki kebijakan berbeda-beda dalam menghadapi masalah game online. Di Pakistan, misalnya, pemerintahnya melarang PUBG karena dianggap berpotensi adiktif dan merugikan kesehatan fisik serta mental anak-anak.
Yordania juga ikut mengambil langkah tegas dengan melarang game ini, yang dipicu oleh kekhawatiran akan dampak negatif yang ditimbulkan. Di sinilah tantangan bagi pemerintah dalam mengatur kebijakan yang tepat dan efektif.
Negara-negara lain seperti Nepal dan Bangladesh juga beroperasi di jalur yang sama, meski dengan pendekatan yang berbeda. Nepal awalnya melarang PUBG, namun kemudian mencabut larangan tersebut setelah menilai dampak yang ditimbulkan tidak separah yang dikhawatirkan.
Dalam konteks yang lebih luas, langkah-langkah regulasi ini dapat jadi sinyal bahwa masyarakat dan pemangku kebijakan mulai berjalan ke arah yang lebih memahami kompleksitas permainan di era digital. Pembatasan diharapkan bukan hanya untuk melindungi anak-anak, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







