Pura-Pura Bekerja Menggunakan Keyboard Palsu, Banyak Karyawan Bank Terkena PHK
Daftar isi:
Baru-baru ini, sejumlah karyawan dari sebuah bank besar asal Amerika Serikat mendapatkan pemberhentian kerja yang mengejutkan. Keputusan ini diambil karena mereka terlibat dalam perilaku tidak etis yang merugikan perusahaan dan menciptakan ruang kerja yang tidak mampu untuk dipercaya.
Dalam penjelasannya, bank tersebut menyatakan bahwa mereka tidak dapat membiarkan tindakan ini berlangsung tanpa konsekuensi. Tindakan mereka ini menggambarkan pentingnya etika kerja yang baik dalam lingkungan profesional.
Wells Fargo menyatakan melalui pengajuan resmi kepada Otoritas Regulasi Industri Keuangan (FINRA) bahwa pemecatan karyawan ini terkait dengan praktik yang dilakukan untuk menunjukan kesan kerja yang aktif. Hal ini sangat mencemaskan, terutama pada masa ketika tenaga kerja harus beradaptasi dengan cara bekerja yang baru.
Juru bicara dari perusahaan menegaskan bahwa Wells Fargo mempunyai standar tinggi yang harus dipatuhi oleh seluruh karyawannya. Perilaku tidak profesional semacam ini tentunya tidak dapat ditoleransi, mencerminkan komitmen mereka terhadap integritas kerja.
Satu teknik yang menimbulkan masalah ini adalah penggunaan alat yang dikenal sebagai “mouse jigglers”. Alat ini berfungsi untuk membuat mouse bergerak secara otomatis, sehingga komputer tetap terjaga dan tidak masuk ke mode tidur tanpa keterlibatan langsung dari pengguna.
Mengenal Perilaku Pura-pura Kerja di Lingkungan Daring
Pengenalan metode kerja jarak jauh, atau work from home (WFH), memberikan peluang bagi beberapa pekerja untuk terlibat dalam perilaku-organisasi yang merugikan. Saat bekerja dari rumah, ada kemungkinan lebih besar bagi karyawan untuk berpura-pura berproduktivitas tanpa pengawasan ketat dari atasan.
Hal ini terlihat dari banyaknya alat seperti mouse jigglers yang tersedia di pasaran. Alat tersebut menjadi populer di kalangan pekerja yang ingin terlihat aktif tetapi tidak mau secara aktif terlibat dalam pekerjaan mereka.
Saat pandemi Covid-19 melanda, perangkat ini mendapatkan perhatian lebih luas, karena banyak pekerja yang berpindah dari meja kerja fisik ke lingkungan rumah mereka sendiri. Meskipun memberikan kenyamanan, resiko perilaku curang ini meningkat tajam.
Menurut sebuah laporan yang dipublikasikan oleh Gallup, data global menunjukkan bahwa banyak pekerja tidak merasa terlibat dalam pekerjaan mereka. Hal ini menjadi perhatian serius bagi manajemen di banyak perusahaan yang mengadopsi model kerja jarak jauh.
Dampak Perilaku Pura-pura Kerja bagi Organisasi
Perilaku pura-pura kerja tentu memiliki dampak yang besar pada produktivitas organisasi. Ketika karyawan tidak benar-benar terlibat dalam pekerjaan, hasil kerja mereka bisa menurun, dan inovasi cenderung terhambat.
Dalam jangka panjang, ini dapat menciptakan budaya kerja yang buruk yang merusak moral dan motivasi tim secara keseluruhan. Ketika tim tidak bekerja secara maksimal, perusahaan bisa kehilangan keuntungan kompetitif di pasar.
Berbagai studi menunjukkan bahwa ketika karyawan aktif terlibat dalam pekerjaan mereka, hasilnya sangat positif tidak hanya untuk individu, tetapi juga untuk seluruh organisasi. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung keterlibatan karyawan.
Penggunaan teknologi dan kebijakan kerja yang tepat dapat membantu mencegah munculnya perilaku yang merugikan ini. Dengan pengawasan yang wajar dan dukungan yang tepat, karyawan lebih cenderung untuk terlibat dan berkontribusi secara positif.
Upaya Perusahaan untuk Memperbaiki Keterlibatan Karyawan
Menanggapi situasi ini, banyak perusahaan perlu melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang ada terkait fleksibilitas kerja. Upaya untuk meningkatkan keterlibatan harus menjadi fokus utama, terutama dalam masa transisi pascapandemi.
Penerapan pelatihan keterampilan, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif bisa membantu meningkatkan produktivitas karyawan. Komunikasi yang efektif antara manajer dan tim juga sangat penting untuk memastikan setiap orang merasa terlibat dan dihargai.
Penting bagi manajemen untuk mengenali tanda-tanda ketidakpuasan yang mungkin dialami oleh karyawan. Melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan dan mendengarkan masukan mereka akan menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab atas pekerjaan mereka.
Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan kualitas lingkungan kerja yang sehat dan mengurangi kemungkinan munculnya perilaku tidak etis di masa depan. Hal ini tentunya akan menguntungkan semua pihak yang terlibat.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









