Ramadan Meledak! ‘99 NAMA CINTA’ Tayang Mulai 19 Februari 2026
Daftar isi:
loading…
‘99 NAMA CINTA’ tayang mulai 19 Februari 2026 di RCTI. Foto: RCTI
Diadaptasi dari film layar lebar berjudul sama, sinetron ini tayang mulai Kamis, 19 Februari 2026, setiap Senin sampai Jumat jam 18.30 WIB. Dibintangi oleh Dimas Anggara, Yuriska Patricia, Isel Fricella, dan Andhara Early, dan pemain terkenal lainnya, ‘99 Nama Cinta’ menjanjikan drama yang mengaduk emosi sejak episode pertama.
Perjodohan Ustad Muda yang Lurus. Ia Presenter Gosip yang Sinis
TALIA (Yuriska Patricia) hidup di tengah sorotan kamera dan panasnya berita selebriti. Sejak tunangannya meninggal, ia menutup hatinya rapat-rapat. Cinta, baginya, hanya membawa kehilangan.
Sementara itu, KIBLAT (Dimas Anggara) adalah ustad muda yang disegani. Tenang, santun, dan teguh memegang prinsip. Hidupnya terarah — hingga sebuah insiden mempertemukannya dengan Talia dalam pertengkaran panas akibat kecelakaan kecil. Keduanya langsung saling membenci.
Tanpa mereka ketahui, orang tua mereka telah lama terikat janji: menjodohkan anak-anak mereka. Ketika HASANAH (Lilis Suganda), ibunda Kiblat, jatuh sakit dan memohon melihat putranya menikah sebelum terlambat, Kiblat dihadapkan pada dilema besar: mengikuti kata hati atau berbakti pada orang tua.
‘99 Nama Cinta’ muncul sebagai pilihan menarik dalam daftar tontonan Ramadan. Drama ini tidak hanya menyuguhkan kisah cinta, melainkan juga menggugah pertanyaan mendalam tentang cinta dan tanggung jawab. Dalam konteks kisah ini, ketegangan antara dua dunia yang berbeda menjadi latar belakang yang menarik untuk menggali perasaan dan harapan karakter-karakternya.
Bagi banyak penonton, sinetron ini menjanjikan lebih dari sekadar hiburan. Dalam setiap episode, penggambaran emosi yang kuat dan perdebatan moral menjadi daya tarik yang sulit dikesampingkan. Penonton dapat merasakan ketegangan yang muncul dari pertikaian nilai antara cinta dan tanggung jawab keluarga.
Dengan harapan, tema yang diusung dalam ‘99 Nama Cinta’ mampu menjangkau lebih banyak penonton. Tidak hanya dari kalangan pemuda, tetapi juga mereka yang memiliki pandangan berbeda terhadap cinta dalam konteks spiritual. Narasi ini diharapkan bisa menjadi refleksi bagi banyak orang dalam menjalani kehidupan mereka.
Karakter Utama yang Memukau dalam ‘99 Nama Cinta’
Talia, yang diperankan oleh Yuriska Patricia, adalah karakter yang kompleks dan menarik. Ia menghadapi kehilangan yang mendalam setelah tunangannya meninggal dunia. Dengan latar belakang sebagai presenter gosip, Talia terjebak dalam dunia yang glamor namun berbahaya, di mana cinta tampaknya bisa membawa kehampaan yang lebih dalam.
Sebaliknya, Kiblat, yang diperankan oleh Dimas Anggara, merupakan sosok ustad muda yang idealis. Ia digambarkan sebagai seseorang yang memiliki prinsip hidup yang kuat dan tegas. Pergumulannya antara cinta dan tanggung jawab menjadi inti dari kisah ini, di mana kedamaian batin dan ambisi pribadinya bertentangan satu sama lain.
Kisah cinta mereka yang diawali dengan kebencian memberikan daya tarik tersendiri. Seiring berjalannya waktu, interaksi mereka berdua menjadi lebih dalam, menciptakan dinamika yang menarik. Penonton dapat merasakan bagaimana proses pembentukan ikatan yang kuat meskipun dimulai dari konflik yang nyaris tak teratasi.
Perjuangan Moral dan Harapan dalam Setiap Episode
Serial ini menjanjikan lebih dari sekadar drama romansa. Dalam setiap episode, tema perjuangan moral terlihat jelas. Kiblat harus menghadapi tantangan untuk mempertimbangkan keinginan ibunya dan kenyataan yang dihadapi bersama Talia. Dilema ini menambah kedalaman cerita dan menarik perhatian penontonnya.
Keharusan untuk memilih antara mengikuti perasaan dan berbakti kepada orang tua menjadi pertanyaan yang relevan bagi banyak orang. Hal ini membuat penonton lebih terikat secara emosional dengan karakter-karakter yang ada. Mereka dapat melihat diri mereka dalam situasi yang dihadapi, menciptakan rasa empati yang kuat.
‘99 Nama Cinta’ juga memberikan harapan untuk memperbaiki hubungan antarindividu. Ketika Talia dan Kiblat mulai saling memahami, penonton diingatkan bahwa cinta bisa menjadi jalan untuk menerobos sekat-sekat yang ada. Ini memberikan pesan positif di tengah tantangan yang mereka hadapi.
Konflik dan Resolusi yang Menjadi Daya Tarik Utama
Salah satu daya tarik utama dari ‘99 Nama Cinta’ adalah konflik yang berkembang antara kedua karakter. Ketegangan yang ada tidak hanya berasal dari hubungan mereka, tetapi juga dari tekanan yang datang dari keluarga masing-masing. Situasi ini menciptakan ketegangan yang menanti untuk diselesaikan dalam setiap episode.
Resolusi konflik yang ditawarkan juga cukup menarik. Penonton tidak hanya disajikan dengan penyelesaian yang mudah, tetapi proses perkembangan setiap karakter menunjukkan kedewasaan mereka dalam mengambil keputusan. Ini memberikan nuansa realistis yang jarang ditemukan dalam sinetron lainnya.
Proses penyelesaian konflik dalam cerita ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi penonton. Sikap saling menghargai dan berusaha memahami perspektif orang lain menjadi inti dari hubungan yang sehat. Melalui kisah ini, penonton diharapkan bisa belajar untuk menghadapi permasalahan dalam hidup dengan cara yang lebih bijaksana.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








