Ruben Onsu Antusias Menyambut Ramadan, Fokus Hafalan Surat dan Pasang Jam Salat
Daftar isi:
Ruben Onsu menunjukkan semangat yang tinggi dalam menyambut bulan suci Ramadan tahun ini. Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, ia bertekad untuk menjalankan ibadah dengan penuh makna dan keterikatan spiritual.
Keterlibatannya dalam mempersiapkan diri untuk Ramadan tidak hanya bersifat fisik, namun juga spiritual. Ia menekankan pentingnya memperkaya diri dengan pengetahuan agama, termasuk menghafal surat-surat pendek dalam Alquran.
“Aku cuma persiapannya lebih ke hafal surat-surat yang aku hafal biar lebih banyak lagi,” ujarnya dalam sebuah wawancara. Ruben ingin merasakan pengalaman Ramadan yang lebih penuh tahun ini, berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya bisa menjalankan ibadah selama dua minggu terakhir.
Mempersiapkan Menu Buka Puasa yang Spesial
Di tengah berbagai persiapan spiritualnya, Ruben juga memikirkan menu buka puasa yang spesial untuk hari pertama Ramadan. Ia menganggap momen tersebut sangat penting untuk dirayakan, seakan mengadakan sebuah hajatan besar.
“Jadi rasanya kayak mau ada hajatan,” imbuhnya dengan nada ceria. Menu buka puasa yang spesial, menurutnya, akan menambah semarak suasana Ramadan di rumahnya.
Karena banyak karyawan yang bekerja dari rumah selama Ramadan, Ruben merasa suasana akan lebih meriah. Interaksi dan kebersamaan di hari pertama puasa menjadi mungkin terjadi dengan kehadiran mereka di rumah.
Fokus Pada Peningkatan Spiritual Selama Ramadan
Ruben menjelaskan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperdalam hubungan dengan Allah. Menghafal Alquran adalah salah satu cara yang dipilihnya untuk mencapai tujuan tersebut.
Ia berharap dengan adanya intensitas dalam beribadah, pahalanya bisa lebih maksimal. Bagi Ruben, Ramadan bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga meningkatkan kualitas iman dan dedikasi terhadap ajaran agama.
Dengan semangat yang begitu besar, Ruben mengajak semua untuk memanfaatkan bulan suci ini secara optimal. Ia percaya bahwa setiap perubahan positif bisa dimulai dari niat dan aksi yang konsisten.
Ramadan sebagai Waktu Untuk Renungan dan Refleksi
Bulan suci Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri. Ruben menekankan bahwa setiap orang sebaiknya menggunakan momen ini untuk menilai kembali kualitas hidupnya.
Dengan menahan diri dari berbagai hal yang kurang baik, diharapkan kita bisa memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Ia melihat Ramadan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan positif dalam hidup sehari-hari.
Ruben berharap agar semua orang bisa merasakan kebahagiaan dan kedamaian selama bulan suci ini. Berbagai kegiatan sosial dan amal juga bisa dilakukan untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







