Tentara Gerebek Markas Penipuan Online, 350 Orang Ditangkap dalam Operasi Besar
Daftar isi:
Militer Myanmar baru-baru ini melakukan operasi yang menakjubkan dengan menggerebek sebuah pusat penipuan online besar di kawasan perbatasan Thailand, tepatnya di Shwe Kokko. Dalam aksi yang berani ini, hampir 350 warga negara asing berhasil ditangkap, mendemonstrasikan komitmen Myanmar dalam menanggulangi kejahatan terorganisir yang telah merajalela.
Operasi ini diharap dapat mengurangi praktik penipuan yang merugikan banyak orang. Dengan setup yang rumit dan jaringan kejahatan yang terorganisir, pusat-pusat seperti ini telah menjadi lokasi yang menarik perhatian internasional akibat aktivitas ilegal yang berlangsung di dalamnya.
Shwe Kokko selama ini dikenal sebagai tempat di mana berbagai penipuan, mulai dari penipuan asmara hingga yang lebih kompleks, terjadi secara rutin. Kerugian akibat tindakan ilegal ini ditaksir mencapai puluhan miliar dolar setiap tahun.
Upaya Penegakan Hukum Terhadap Kejahatan Online di Myanmar
Pemerintah Myanmar tampaknya menunjukkan keseriusan dalam menindak kejahatan yang selama ini dibiarkan tumbuh subur. Setelah mendapatkan tekanan dari China, sekutu utama mereka, junta Myanmar mulai melaksanakan langkah-langkah drastis untuk menanggulangi masalah ini.
Kepedulian China sangat dipengaruhi oleh harapan untuk melindungi warganya yang sering menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh jaringan ini. Banyak di antara mereka yang terjebak dalam penipuan, menjadi bagian dari skema yang menjebak mereka secara finansial.
Media setempat melaporkan bahwa lebih dari 9.000 ponsel yang digunakan untuk operasi judi online juga disita dalam penggerebekan ini. Tindakan tegas ini mengindikasikan bahwa pemerintah tidak hanya mencari keuntungan dari sektor-sektor ilegal, tetapi juga berusaha untuk meningkatkan citra mereka di mata internasional.
Peran Kelompok Oposisi dan Keamanan Wilayah
Dalam situasi yang kompleks ini, militer juga menuduh bahwa kelompok oposisi bersenjata memberikan perlindungan kepada pusat penipuan. Tuduhan ini muncul sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat legitimasi tindakan mereka dalam menghadapi pemberontakan yang berlangsung.
Junta Myanmar menyatakan bahwa mereka kini dapat bertindak lebih tegas setelah berhasil merebut kembali wilayah dari kelompok pemberontak. Hal ini meningkatkan tekanan terhadap mereka dan membantu militer mengklaim kontrol yang lebih besar di area tersebut.
Shwe Kokko sendiri telah lama terkait dengan sosok kontroversial, She Zhijiang, yang dituduh sebagai gembong kriminal internasional. Ia ditangkap di Thailand dan baru saja diekstradisi ke China untuk menjalani proses hukum atas keterlibatannya dalam berbagai operasi ilegal, termasuk perjudian dan penipuan online.
Dampak Kegiatan Penipuan di Asia Tenggara
Operasi penegakan hukum ini bukanlah yang pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Sebelumnya, junta Myanmar juga menggempur pusat penipuan lainnya, KK Park, dan merobohkan ratusan bangunan yang terkait dengan kegiatan illegal.
Sejak awal tahun ini, Myanmar telah mengklaim telah memulangkan sekitar 7.000 tersangka penipu, namun tantangan masih terus ada. Thailand juga memperketat langkah-langkah untuk memblokir akses internet lintas batas sebagai bagian dari upaya untuk membatasi aktivitas jaringan kejahatan.
Berdasarkan laporan terbaru, kerugian akibat penipuan di Asia Tenggara dan Asia Timur pada tahun ini diperkirakan mencapai angka yang mencengangkan, yakni US$37 miliar. Diperkirakan angka global ini jauh lebih besar, mencerminkan betapa mendesaknya masalah ini perlu diatasi.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







