Tetangga RI Mendadak Menerima Uang Rp 51 Triliun Bukan dari Malaysia
Daftar isi:
Investasi dalam pusat data di Asia Tenggara semakin meningkat, terutama di Thailand. Negara ini kini menjadi salah satu magnet bagi investor global dengan nilai investasi yang menggiurkan.
Pusat data berkapasitas besar menjadi fokus utama, menciptakan peluang kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan dukungan kuat dari pemerintah, berbagai proyek ambisius diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur digital di kawasan ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan teknologi besar mulai mencurahkan perhatian mereka ke wilayah ini. Hal ini menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki Thailand dalam sektor pusat data yang berkembang pesat.
Pusat Data Sebagai Kawasan Prioritas Investasi di Thailand
Thailand, melalui Badan Investasi Thailand (BOI), telah mengumumkan persetujuan untuk sejumlah proyek pusat data dengan total nilai mencapai USD 3,1 miliar atau sekitar Rp 51 triliun. Proyek ini mencakup berbagai investasi dari investor lokal maupun internasional.
Salah satu proyek besar yang disetujui adalah pembangunan pusat data berkapasitas 84 megawatt oleh DAMAC Digital dari Dubai. Proyek ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan peningkatan kapasitas penyimpanan data pada era digital.
BOI juga sedang mempercepat proyek lain dengan nilai sekitar USD 9,2 miliar yang sempat terhambat. Keputusan ini sejalan dengan visi Thailand untuk menjadikan negara ini sebagai pusat teknologi informasi yang kompetitif.
Keuntungan dan Tantangan dalam Investasi Pusat Data
Investasi di pusat data menawarkan berbagai keuntungan, seperti kemudahan dalam akses listrik dan biaya yang lebih terjangkau. Hal ini menarik banyak investor yang ingin memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Thailand.
Namun, ada tantangan yang harus dihadapi, termasuk kendala dalam memperoleh izin dan akses lahan. Untuk mengatasi hal ini, BOI meluncurkan inisiatif baru yang memudahkan proses perizinan.
Langkah-langkah tersebut diambil untuk meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong lebih banyak proyek untuk berinvestasi di negara ini. Dengan sistem yang lebih efisien, Thailand berharap dapat menarik lebih banyak perusahaan teknologi untuk beroperasi di sini.
Dibandingkan dengan Negara Lain di Asia Tenggara
Malaysia saat ini juga tengah mencuri perhatian dalam industri pusat data. Banyak perusahaan besar, seperti Microsoft dan Amazon, menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di negara tersebut.
Malaysia menawarkan banyak keuntungan, seperti harga tanah dan listrik yang lebih murah, serta potensi permintaan teknologi yang tinggi. Fasilitas ini membuat Malaysia semakin bersaing dengan Thailand dalam menarik investor.
Hingga akhir tahun lalu, ada 12 pusat data yang beroperasi di Johor, Malaysia, dengan kapasitas total mencapai 369,9 megawatt. Ini menunjukkan bagaimana negara tersebut semakin berkembang sebagai raja pusat data di kawasan ini.
Peran Pusat Data dalam Mendorong Ekonomi Digital
Pusat data tidak hanya berfungsi sebagai lokasi penyimpanan data, tetapi juga sebagai pendorong utama dalam pembangunan ekonomi digital. Dengan bertambahnya jumlah pusat data, peluang kerja di sektor teknologi informasi juga akan meningkat.
Ekonomi digital yang semakin berkembang berpotensi mendatangkan inovasi baru yang dapat mengubah cara bisnis beroperasi. Potensi ini menarik minat banyak investor untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan ini.
Thailand dan Malaysia memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam era digital ini. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, mereka dapat mengembangkan infrastruktur yang lebih baik dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








